Tittle :Please Think I'm More Than Just Friends
Author : ByunniexoluchanHun
Genre : Friendship, Sad, Romance
Main cast : Baekhyun, Han Ji Min (OC)
Other cast : All EXO member, Teyeon SNSD,
Rating : PG 13 : TEEN
Length : CHAPTERED
Disclaimer
: Ini FF pertama gue, ini 100% gue sendiri yang NGEHAYAL abis-abisan
buat bikin cerita ini ….Gue mohoooon Banget, baca sampai akhir yah
PLEASEEE!!!!~,,,,sory kalau GAJE, CERITANYA JELEK, KATA-KATANYA TERLALU BIASA,
ATAU WHAT EVER LAHHHH, tapi baca sampai tuntas dulu yah,,,,,terus aku minta
KOmenyah kalian yang suka atau gk suka, FF gue, Kritikannya mohon yahhhh aku
minta banget siapa taukan bias di perbaikin okay……YANG BACA FF INI PASTI KALAU
CEWEH ORANGNYA CANTIK, DAN KALAU COWOK DIJAMIN GANTENG
Happy Reading~
Matahai yang mulai menunjukan sinarnya
dipagi hari yang sejuk dengan sambutan indahnya kicawan burung-burung kecil yang
seakan menyanyikan syair indah pula. Ini juga mungkin merupakan sambutan di
pagi pertamaku setelah pulang kembali ke Seoul, aku bangun dari tempat tidur
nyamanku, kuberjalan untuk sekedar menghirup segarnya udara disini, tak lupa
aku membawa buku harian baruku yang tak sabar ingin ku isi dengan kisah-kisah
yang ku alami, kan kutuliskan semua isi hatiku dengan tulisan dan rangkaian
kata yang indah. Kini ku awali dengan menuliskan kisahku pagi ini yang ceria,
senangnya bisa mengawali dgn yang bahagia semoga buku ini akan lebih berwarna
dgn cerita-ceritaku selanjutnya.
Sekitar 2 tahun tlah berlalu &
sekarang aku kembali ke seoul,, selama itu aku selalu merindukan seseorang yang
sangat berarti bagiku, bisa dibilang dulu akmi adalah sahabat, tapi dalam hati terkecilku
sesungguhnya aku merasakan hal yang lebih aku tidak hanya ingin sekedar menjadi
sahabatnya tapi ingin menjadi oarang yang pertama dihatinya. Ya! aku
menyukainya tapi dia sepertinya tidak tahu perasaanku, aku memang berharap dia
jangan tau dulu. Dulu kita sering menghabiskan waktu bersama aku ingat sekali
dia suka sekali mengejekku dia selalu bilang jika aku adalah Jomblo Lapuk
padahal dia sendiri belum pernah memiliki kekasih, dan aku selalu membalasnya
dengan mencubit kedua pipinya, dalam hati aku berkata’‘bagaimana
aku bisa memiliki kekasih hatiku hanya terbuka untukmu saja baekhyun ah ,
segitu bodohnya kak kau sampai tak menyadari jika aku menyukaimu, BABO’’………….”hUhhh~” aku menghella nafasku, mengingat semua itu aku
merasa sangat bodoh.
“Sudah sekian lama tak
bertemu Baekhyun apakah dia akan lupa padaku, jika dia lupa itu mungkin wajar
karna kita tak pernah berkomunikasi lagi sejak aku pergi ke New York, aku
sangat merindukannya”
Terakhir kali aku melihat wajahnya saat
dia mengantarku ke Airport saat aku akan meninggalkan korea untuk sekolah di
NY, aku ingat sekali dia melambaikan tangan padaku dengan menebar senyumannya
yang sangat indah itu, aku tak kuasa menahan tangis, sepanjang perjalanan aku
hanya menangis memikirkannay, aku tak bisa jauh darinya.
Hari ini menjelang sore aku pergi ke
sekolah lamaku,,,aku sengaja datang sore agar siswa sudah pada pulang, jadi aku
leluasa berkeliling sekolah tanpa suara bising anak-anak. Aku berangkat dengan
jalan kaki karna jaraknya cukup dekat dari rumah yang sekarang, sepanjang jalan
kembali lagi bayangan flashback aku dan Baekhyun dulu soalnya kami selalu
brangkat sekolah bersama, awalnya dari rumah kami berangkat menggunakan bus
tapi kami tidak turun di depan sekolah, karna kami selalu ingin berjalan kaki
sebentar itu sweet BGT, tak ada yang berubah dari keadaan jalan menuju sekolah
ini masih sama seperti dulu…..
Akhirnya aku sampai juga didepan
gerbang sekolah,,aku masuk dengan cara memanjat gerbang yang tinggi itu, persis
seperti yang sering kulakukan dulu dengan Baekhyun,, “konyol”……kuberjalan menyusuri lorong yang panjang ku amati setiap
titik bangunan sekolah tak ada yang berubah sedikitpun ini masih sangat sama.
Aku mengunjungi tempat tempat yang sering aku kunjungi bersama Baekhyun dulu.
Kami sering mengunjungi ruang music karna kami sangat suka music Baekhyun suka
memainkan piano sedangkan aku suka bermain gitar kami menghabiskan waktu
bersama dengan alat music kesukaan kami itu menyenangkan…………….. aku puas
berkeliling lagi pula ini sudah sangat sore, lebih baik aku pulang.
Aku melangkahkan kaki menuju gerbang
untuk pulang, dan aku menghentikan langkahku karna aku mendengar ada yang
memanggil manggilku, aku celingukan mencari orangnya ‘’nuguya?????? Eodiyeyo???”…………………….tiba tiba ada yang
menepuk pundakku dari belakang, kau kaget sekali, lalu perlahan aku membalikan
badan dan tepat didepanku sekarang sesosok pria tua, berkulit putih, mengenakan
kacamata bulat yang sudah taka sing lagi untuku, Ya’ dia adalah guru seni di
sekolahku ini dia bernama pak Ha Dong Hun biasa dipanggil Mr. haha. Aku
membungkukan badanku member hormat dan salam padanya.
“Annyeong hasseyo
seonsaengnim!!!!” sapaku padanya
“ye annyeong hasseyo, ji min ah” jawabnya
yang ternyata masih mengingatku
“wah seonsaengnim , kau
ternyata masih mengingatku!! Aku senang”
ucapku dewngan
sedikit canda
‘’kau ini gurumu ini masih muda, ingatanku masih sangat
baik’’
jawabnya padahal dia sudah sangat tua hehe
“hahaha~ aku bercanda mianhae
seonsaengnim”
aku tertawa mendengar dia mengatakan kalou dia masih muda hahaha
“kau dating sendiri??” Tanya pak Haha
padaku
“ne, aku dating sendiri, aku
sangat merindukan sekolah ini, dan merindukan seonsaengnimku yang tampan” candaku pada guru
“ya~ kau ini jayus..jawabanmu barusan
persis sekali dengan jawaban pemuda yang kesini kemarin, dia juga temanmu dulu
bapak sering lihat kalian selalu bersama” kata pak guru yang membuat ku
penasaran siapa yang dia maksud
“a~H jinjja???” apa dia baekhyun
(benakku)
“oh kalau tidak salah dia bernama bae
bae bae baekhyun!!!!!!! Ya dia bernama baekhyun”
“Mwo??” aku kaget
mendengarnya,,aku rindu padamu baekhyun!! Mungkin kemarin kau melewati rumah
baruku, aku ingin sekali bertemu denganmu,,,aku meneteskan air mata
“Gwenchanha????” seonsaengnim heran
melihatku yang tiba-tiba menangis
“ye~ aku pulang dulu
seonsaengnim…annyeong”
aku menghapus air mataku, dan member salam pada pak guru, lalu aku pwergi
pulang, sepanjang jalan aku menangis memikirkan baekhyun.
Sesampainya dirumah, aku langsung pergi
mandi,,dan setelak itu aku memakai baju tidur kesayanganku, walaupun baju ini
sudah lama dan warnanya sudah memudar tapi aku selalu menyayangi baju ini dan
selalu kupakai setiap tidur,,,aku membeli ini bersama Baekhyun sekitar3 tahu
lalu, bahkan itu sudah sanagt lama, tapi aku selalu menyimpan barang2
yang berkaitan dengan orang yang satu itu……”Yaaaaa~
kenapa sepanjang hari aku hanya memikirkan tentang dia, GAJE” (Bingung
sendiri)
“Krubuk-krubuk”
suara peruku yang memang sedari pagi belum terisi apapun
“aaaaaa~h perutku sakit
sekali, aku belum makan dari pagi,, makan apa yah malam2 begini???” aku berjalan menuju
dapur mencari makanan di kulkas, dan apa’ dikulkas hanya ada sekotak susu yang
aku beli kemarin di airport…(kesal) “lalu aku makan
apa???... apa aku makan di luar saja??,, apa boleh buat dari pada aku mati
kelaparan” aku gantibaju dan pergi cari makan denagn mobilku
“diamana tempat makan yang
bagus, dan makananya enak2” aku melihat-lihat di seberang jalan
ada café sepertinya disana bagus. Aku memarkir mobilku dan turun dari mobil
lalu masuk ke café itu,,, e~h ternyata sangat penuh tapi aku melhat ada satui
meja yg kosong…lalu aku jalan cepat2 takut ada yang mendahuluiku,,,,
tapi aku melihat seorang pria dari arah lain yang sepertinya sama2
menginsar meja itu,,, yasudah aku lari saja untuk mendahuluinya,,, tapi dia jug
alari takut kudahului,,dan akhirnya “BRUKKZZ”
kami bertabrakan jatuh dengan posisi bertumpuk (OMG) o0o SEMUA mata pelanggan
tertuju pada kami berdua yaampunuuun ,,,akau segera bangkit dan pria itu juga,
kami menepuk2 pakaian kami yang padahal tiodak kotor, aku sangat
malu,, ini benar2 memalukan, lalu aku segera keluar dari café itu
aduuuhh padahal aku sudah sangat lapar (siall)
Aku melangkah menjauhi café tanpa
mengatakan apapun pada pria tadi
“jamkkanmanyo” dia menghentikan aku
Aku membalikan badan “ne???” tanyaku
“mianhae, aku tidak sengaja menabrakmu”
ucapnya padaku dengan menebar senyuman indah (maniiis)
“ah anni aku juga bersalah,
mianhae”
aku juga tersenyum padanya (salting niye, baru di lliatin senyuman manis ama
cowok)
kruBukkk~~~ krubbuk suara perutku “aduhh kenapa harus bunyi sekenceng ini” (tengsin) aku
malu banget kayaknya pria itu denger suara perutku..
“kajja, kita cari makan bersama,
sepertinya kau sudah sangat lapar, didekat sini ada café, kau mau ikut??????”
ajaknya
Ihhh dia baik (ke GRan) “ne!!” aku menerima ajakanya
Diapun membalas senyuman………………………..aku
mengikuti dia tak lama kami sampai di sebuah café yang tidak jauh dari tempat
tadi, café ini lebih bagus daripada yang tadi.
“apa kau suka tempatnya??” tanyanya
“ne!!” jawabku singkat.
Kami memasuku café dan duduk di meja yang sama, lalu memesan makanan.
Han Ji Min POV
Setelah
ku perhatikan sepertinya dia tidak asing lagi untuku, pernah bertemu dengannya
dimana yah??
Ditengah melahap makanan yang kami
pesan dia menanyakan namaku.
“siapa namamu????” tanyanyah
“Han Ji Min” jawabku seraya
senyuman “apakah kita pernah bertemu???” tanayku penasaran soalnya aku seperti
pernah bertemu denanganya.
“wae??? Kau merasa aku tak asing lagi
bagimu??” dia menanyakan itu padaku, kenapa dia tahu perasaanku.
“ne~” jawabku singkat
sambil memasukan makanan ke mulutku
“kau lupa padaku eonni???” dia
bertanya, ika aku lupa padanya dengan memanggilku eonni??? (bingung)
“mwo????” apakah aku benar2
pernah bertemu dengannya (heran)
“kau benar2 lupa yah????”
tanyanya lagi
“apakah kita pernah
bertemu??? Diamana??? Kapan??? Siapa namamu???” aku banyak Tanya, gk papa lah~ kan
penasaran
“pernah, disekolah, dua tahun lalu,
Sehun yg biasa kau panggil thehuni dulu” jawabnya dengan rinci dan sistematis
sesuai pertanyaanku (datar banget~~~)
“hahahaha kau datar
sekali,,,,,,,,,,,,, jinjja????? Aku lupa, maaf yah thehuni, soalnya dulu kau
tidak begini, dulu badanmu gendut” jawabku yang merasa lucu dengan
jawaban sehun tadi,,,, eh tapi dia benar-benar berbeda dengan dia yang dulu,
sekarang dia tinggi langsing, tampan sekali~ ^0^
“kapan kau kembali ke korea???” tiba2
dia menanyakan itu padaku
“kemarin siang aku sampai di
seoul” (senyum) “apa kesibukanmu sekarang??” tanyaku
“aku sekarang sibuk berlatih vocal,
dance, dan lainya, karana aku jadi trainee di SM entertaimen sebuah Agensi
artis terbesar di korea” jawabnya yg lagi2 senyum (manis bgt)
“waaaaaa~hhh hebat sekali
kau, aku yakin kau akan berhasil, aku doakan yang terbaik untukmu Fighting” (semangat ^^)
“gomawo, eonni~” jawabnya sopan
“ah ye, tapi kau jangan
panggil aku eonni, panggil saja aku jimin, karna aku seumuran denganmu, okay??” aku seumuran dengan
sehun hanya saja dulu aku ingin segera sekolah
“ne, jimin ah~” senyum lagi
Author
: (senyum mulu, awas jangan jangan dia rada rada)
Readers
: (kurangajjjarr lo thor, masa thehun gue di bilang rada rada, senyumah wajar
kelleus untuk kesopanan dan menyenangkan org yg di beri senyumannyah apalagi ma
org kecce kayak thehun,,, lo mah gk ngerti sih gk pernah makan bangku sekolah
yah keliatan kok (ngambekk banteng)
Author
: (eihhh bi inem nyambung ajjjah, sorry dori deh)
Readers
; kepppplaaaak~ (nampar si thor tor gila) lnjutin baca deh~ sori motong hehehe
pissss (V)
“oh iya, thehuni pa kau masih
berkomunikasi dengan Baekhyun???” aku Tanya soal Baekhyun deh siapa tahu
dia tau sesuatu
“masih” jawabnya singkat, sambil
mengusap bibirnya dengan tisyu yang belepotan abis makan
“mwoyaaaa??? Jinjja??” (rempong) tanyaku
dengan suara yang amat keras dan cempreng yang membuat telinga thehun. dan
pelanggan lain menoleh ke arahku dengan tatapan heran (memalukan)
“keras sekkali suaramu, sakit telingaku”
rengek sehun dengan mengerutkan dahinya
“ahhh mianhae, aku ingin tahu
dimana Baekhyun sekarang, kau tahu??? Mohon beri tahu aku,, jeeeeballllll” aku memasang wajah
menyedihkanku yang sudah lama tak kutunjukan
Sehun memandangku aneh, dan seperti
geli melihatku “ah aku tahu kau pasti sangat merindukannyah iakan??” dia malah
bertanya dengan nada menggodaku
“aihhhs jawab saja aku, aku
minta no phonselnya Baekhyun ppali ppali beritahu aku!!!!” paksakau pada sehun
sambil menarik narik tangannya
“hahaha~ kasih tau tidak yahhh?/” dia
malah menggodaku isssht
“isssht ya!!! Ppalli beritahu
aku, kalau tidak aku menagis sekarang juga” ancamku padanya agar dia mau memberi
tahuku, padahal aku hanya pura-pura mana berani aku menagis di tempat umum begini,
malu maluin ajah
“o! menangislah” dia malah mengatakan
itu, itu diluar rencanaku (kecewa. sial)
“kalau aku menangis apa kau
akan menjawab semua pertanyaanku” tanayku kesal
‘okay, aku akan menjawabnya’
jawab sehun sombong
Han Ji Min POV
Aku
memutar keras otaku masa aku harus menangis disini tapi ini satu satunya cara
untuk mengetahui Baekhyun dimana (setres)
“TAK BERANIiiiiiiiiiii~ sudah menyerah
saja????” tanay sehun menggodaku lagi menyebalkannn
“anni, aku akan
melakukannyah”
jawabku sanagt kesalll
“lakukan kalau begitu, aku hitung
sampai hitungan ke se10 kau mulai menangis sekencang kencangnya okay siap??
Satuuuuuuuuuuu~ sepuluh~~~~~~~!!!!!!!!”
(dia gila), Sial dia menghintung dengan
tidak baik dan benar sialllllllllll dia mengerjaiku,,, sontak dengan reflex aku
menjerit pura2 menangisss “he he he he he
heeeeeeeeeeee” (kencang sekali)
Semua orang melihat ke arah aku dan
sehun, ya sudah kubalas saja mengerjai sehun dengan bilang pada pengunjung lain
kalau aku disakiti sehun
“he heh heheheheheheehhe uhu
uhuk uhuuuuuuuu~, dia yang membuatku menagis heheheheeh” sambil menunjuk kea
rah sehun
Para pengunjung memandang sehun seakan
kalau dia adalah pria yang tak bertanggung jawab, pria hidung belang, pria
jahat yang suak menyakiti hati wanita hahahahahahahahahahah lucu sekali melihat
wajah sehun yang memerah karna malu.
Sehun mencoba menghentikan aku “ya! Apa
yang kau lakukan, bichi hentikan berhenti menagis, lihat semua org menganggapku
laki-laki menjijikan hentikan akau mohon” di mengelus-elus rambutku agar
pelanggan tdk terlalu sinis melihatnya…aku tak berhenti menagis bahkan aku
meninggikan suaraku.
“heeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeee
hehehehe uhuk uhuk”
rasakan sehunahhhhh
“okay, okay aku akn member tahumu”
katanya dengan wajah yang merah seperti kepiting bakar yang amat merah
hahahahahaha
“aku berhenti menangis,
segera menghapus air mata dustaku dgn tisyu” cepat beri tahu aku no phonsel
baekhyun, ppalllli ppppalli
Sehun memberikan no phonsel Baekhyun
dan tak lupa kami juga bertukar no phonsel……..
“puasssss???” tanya sehun sinis
(serem)
“aihh~ kau ini, aku
sangatttttt puas GoMawoyoooo~ thehunii” aku mencubit pipinya
“sudah malam pulanglah” suruh sehun
padaku
“ne kau dulu saja yang pulang
duluan”
suruhku balik pada sehun
“ne, ne aku akan pulang,,,, by ”
mengatakan by dengan nada kesal
“annyeong thehuniii ” aku sangat ceria
Sehun malah membalas dengan
memonyongkan bibirnya, memutar matanya, dan menjulurkan lidahnya padaku
(jinjja)
“Ehhhh tunggu aku lupa tidak menanyakan
diamana alamat rumah baekhyun sekarang, iiiiiiiiiiiiiiiih pabo” aku menyusul sehun
tapi mobilnya sudah jalan
aku cepat2 mengikuti mobil
sehun. “eh tunggu ini kan jalan kearah rumahku, kenapa
sehun lewat sini?” sehun berhenti di depan rumah yang tepat di seberang
jalan rumahku, aku menyusulnya lalu turun dari mobil menghampirinya. Sehun juga
turun dari mobilnya dan menatapku aneh.
“mwo? Kenapa kau mengikutiku hah?
Apalagi ynag ingin kau tanyakan??” kata sehun dengan sederetan pertanyaan
“ye ada satu lagi, tapi
tunggu kenapa kau berhenti disini??” tanyaku heran
“ini rumahku” jawabnya datar
“Mwoooooooooooo ini
rumahmu??”
aku kaget
“ihhhh ada apa denganmu??, memangnya
kenapa??” tanyanya
“ani, kalao begitu kita
bertetangga”
jawabku antusias
“jinjja? Yang mana rumahmu??” Tanya
lagi
“itu!!!” aku menunjuk
kerumahku yang tepat berada di depan rumahnya
“aaa~H jinjja?? Selamat
bertetangga kalao begitu” ucapnya
“ne!!!” aku senyum dan
menjabat tangannya “selamat hahahaha” (ketawa
gaje)
Sehun senyum karna tingkahku yang aneh
“ye… masuklah sudah malam” katanya
“eh aku ada satu pertanyaan
lagi, jawab yah”
rengekku
“ye,,, cepat katakan” katanya
“rumah Baekhyun dimana
sekarang???”
tanyaku sambil mendekati sehun
“kalao aku beri tahu kau akan member
apa padaku???” Tanya sehun
“aihhh kau ini matreee,
kau mau apa?”
tanyaku kesal
“aku mau besok kau harus membuatkan
makanan setiap pagi untuku, selama dua minggu” jawab sehun jaillll
“mwooooooo, pertanyaanku kan
gampang kau ini mengerjaiku yah??” mata melotot, kedua tangan dipinggang
bicara sangat keras
“yasudah kalau tidak mau aku masuk,
samapai bertemu lagi” dia malah ngomong gitu dan balik badan
“yaaaaaaaaaaaaaa’!!!!~~~ okay
okay aku akan penuhi syaratmu, cepat beri tahu” aku pasrah dengan permintaan sehun,
dari pada aku dihantui terus dengan rasa penasaranku tentang baekhyun, huhh
yasudahlah
Sehun segera membalikan badan
“jinjja??” dia terlihat tampak sangat senang
“yeeeeeee ppalli jawab aku” katakku (memutarkan bola
mata)
“ituh” tunjuk sehun pada rumah yang
tepat ada di sebelah rumahnya
“mwoyaaa????? ” melotot
“ye, itu rumah baekhyun” jawabnya
sambil nyengir nista
“yaaaaaaaaaaaaa kau ini benar2
kau hanya tinggal menunjukan
jarimu pada rumah itu kenapa susah sekali, bahkan kau memberikan syarat yang
sangat merepotkan BICHI,,,,,,kau benar2 mengerjaiku” aku memukuli
pantatnya “hah rasakan ini euh euh”
“aww aww aww ampun ampun” dia kabur
masuk kerumahnya
Aku menghella nafasku, dan masuk
kerumah
Han Ji Min POV
Malamini
aku senang, karna kini aku tahu dimana rumah baekhyun, dan jarak kami sangat
dekat, aku ingin tahu reaksinya saat aku menemuinya setelah lama tak bertemu
dan tak putus komunikasi selama 2 tahun…Baekhyun ahhh aku sangat merindukanmu,
tak terasa air mata menetes…tahukah kau jika aku selalu memikirkanmu,
merindukanmu,perasaanku tak berubah aku mencintaimu…kau adalah orang yang
membuatku masih percay akan bintang permintaan, setiap ada bintang aku selalu
meminta agar kau akanmerindukanku, dan takan melupakan aku, kau adalah alas an
kenapa gitar kesayanganku selalau kebanjiran air mata. Baekhyun ah apa kau
selama ini pernah memikirkan aku???? Air mata tak berhenti menetes,,, baekhyun
ah SARANGHAE~
Matahari muncul lagi dipagi hari yang
sejuk, tak ketinggalan burung2 bernyanyi dengan indah. Aku menghirup
udara yang segar ini, menggeliat seperti kucing, menyelupkan kaki ke kolam
renang, ditemani secangkir teh hangat,,,memainkan jari-jari tanganku yang
lincah memetik gitar mengeluarkan nada yang indah “jreng~”
tiba-tiba “trelelelet terelelelet (suara Phonsel) “iiiiiih siapa sih ynag nelpon ganggubanget,
baru aja satu genjreng…..ish” (kesal) aku mengangkat telponku…
“yaaaaaaaaaa! Kenapa makanan belom kau
antar” sehun ngomelll di telpon
“jinjja, kau ini menelponku,
mengganggu sja hanya akan menanyakan soal itu….” Jawabku kesal
“kau kan sudah janji” katanya
“ye ye ye tunggu sebentar” aku mematikan
phonselku, dan segera ke dapur…”aduh aku masak apa yah??” aku memasakan sehun
Bibimbap saja yang gampang tapi enak. Setelah selesai aku langsung mengantarnya
ke rumah sehun
Ning ning ning nong (suara bel) “aihh~ lamanya sehun buka gerbang” ning nong ning nong
ning noooooooooooooooooong ning ning nong (tak sabar)
Sehun membuka gerbang “ya! Kau ini
berisik sekali, cukup satu kali saja pencet bellnya”gerutu sehun…..aku hanya
diam dan manyun
“apa itu??” tanaynya melihat yang
kubawa
“ini bom yang siap
membunuhmu”
candaku
“isss” dia mendesis dan merebut
makanannya
“kajja masuk dulu” ajak sehun
“anni, aku pulang saja” kataku
“tidak boleh aku tidak ingin makan
sendiri” apa peduliku (cuek)
“ayo cepat” dia menyeretku masuk ke
rumahnya
“ya, lepaskan sakit kau
memegangku terlalu kuat, lepaskan’’
tapi dia mengabaikan perkataanku (sebel)
“duduk” suruh sehun
Aku memutar bola mataku dan
duduk,,,,,,,,,,,,,sehun membuka makanan yang telah kubuat
“waaaaahhhhhh, ini terlihat enak,
wangi, masih hangat, dan tampilannyah sangat bagus seperti makanan di restoran”
katanya yang terlihat senang
“ne,cepatlah makan aku ingin
pulang”
gerutuku
Sehun melahap makananya dengn cepat,
aku melihatnya sangat miriss dia seperti yang tidak makan selama seminggu,
“mwo?? Kenapa kau memperhatikan aku
seperti itu, kau mau” Tanya sehun dengan mulut ynag p[enuh dengan makanan
“anii~ aku hanya geli
melihatmu yang makn dengan sangat lahap, apa kau sudah seminggu tidak makan” tanyaku
“memang” jawabnya datar
“mwo??” (Author : Ji Min
memasang wajah entah itu ekspresi kaget/heran/sakit perut)
“hahahahahahahahaha, kau percaya, aku
bercanda” kata sehun yang tlah membohongiku
“ihhhhh. Kau ini menyebalkan,
aku mau pulang”
aku pergi meninggalkan sehun (kesal)
‘’ya, tunggu kau marah’’ tanyanya yang
masih sibuk makan
“aniii, habiskan makanannya” jawabku sembari
jalan keluar
“gomawoyo~” teriaknya
“ye” teriaku menjawabnya
Aku kembali kerumah
Han Ji Min POV
Huh~
aku ingin menemui Baekhyun tapi harus kapan yah,,, ah atau aku telpon saja dia,
tapi……….. tak mau ah, ohh SMS aja…katakana apa yah??. aku mengetik di phonselku
{baekhyun ah ini aku Han ji min} masa begitu hapus2 aku ketik lagi
{hi lama tak bertemu, ini aku han ji min} hapus2. Coba lagi
{baekhyun ah ini aku han ji min, aku ingin bertemu denagnmu} ani ani ani hapus.
apa sebaiknya aku langsung kerumahnya saja? Ne aku harus kesana.
Aku
mencari pakaian yang bagus untuk menemui baekhyun, “aduh
pakai yg mana yah??.....yang ini, terlalu kunop, yang ini terlalu biasa, yang
ini terlalu berlebihan, yang mana donk (setresss)…ah yang ini simple” aku
memilih dress lengan pendek selutut,
berwarana merah muda yg terdapat pita hitam cantik di pinggangnya, dipadu
sepatu tanpa hak yang warnanya coklat kopi susu, dan gaya rambut di ter urai
indah tanpa hiasan apapun lagi, dan bibir di olesi lips glos transparan,
terlihat sanagt natural tapi cantik….cups pergi gk lupa bawa tas selempang
cantik kesayanganku
Tepat pukul 10 pagi, sekarang aku ada
tepat didepan rumah Baekhyun,,,dag did dud nihh, aku melangkahkan kaki mendekat
ke gerbang rumahnya jariku sudah siap memencat bell rumah, aku hitung 1 2 3 aku
harus pencet bel, tarih nafas dulu deh HUH~ HUH~ ok siap 1…..2……3……. aku
memencet bell dengn menutup mataku ning nong, belum di buka aduh deg degan aku
menggigit bibirku, aduh kakiku lemes, “kenapa belom dibuka??”
aduh gk siap nih ketemu sekarang “kayaknya Baekhyun gk
denger suara bellnya deh, kesempatan kabur ahhh, besok ajah gk siap” aku
melangkahkan kakiku dengan cepat tiba-tiba….
“nuguya?”
Itu suara Baekhyun, aku menghentikan
langkahku, aku tak kuasa menahan tangis, aku ragu membalikan badanku,aku
lari….sambil nangis, belom siap ah ketemu baekhyun (batin ku)
“ya? nuguya? Tunggu” Baekhyun mengejarku,
dan berhasil menarik tanganku
“nuguya??”
Perlahan aku membalikan badanku
Aku menangis dihadapannyah, ekspresi
wajah Baekhyun kaget melihatku
Aku terus menangis, baekhyun hanya diam
saja
Baekhyun semakin mendekat padaku, dan
dia memeluku, kami saling tak mengatakan sepatah katapun,
Aku mengis dipelukannya sekarang, aku
merindukanmu sangat merindukanmu (batinku)
Akhirnya dia mengatakan sesuatu “kenapa kau lari??” dia masih
memeluku
Aku tak bias menjawabnya, aku hanya
menangis
Dia melepaskan pelukannya, dia menyeka
air mata yang ada dipipiku, aku lihat matanya juga basah ternyata dia juga menangis,
“Berhenti menangis” katanya
Aku sulit sekali menghentikan tangisku,
air mata terus saja mengalir, entah kenapa…..
“kenapa
baru sekarang kau muncul dihadapanku” katanya, dengan air mata yang menetes
Aku masih mematung, menangis tak henti
henti
“sudah jangan menangis
terus nanti disini banjir” katanya yang masih sempat bercanda sambil menghapus air
mataku dengan tanganya
“BOGOSHIPO” kata yang diucapkan
baekhyun membuatku terhanyut aku terus menangis
“kenapa diam saja?? Kau
tak rindu padaku??”
tanyanya
Tak
merindukanmu bagaimana? Justru kau yang setiap hari membuat ku resah, karna
pikiranku hanya ada kau (batinku)
“ani, aku aku juga
merindukanmu!!, aku takut kau marah padaku, aku takut kau suadah melupakanku ,
aku…….”
Belom selesai bicara dia kembali memeluku
“bodoh,,, mana mungkin aku melupakan
sahabat yang paling kusayang” ucapnya
Dalam hati, aku senang Baekhyun tak
melupakanku, tapi saying dia hanya menganggapku sebagai sahabat saja, tidak
lebih…………dia mengelus-elus rambutku.
“kajja, kita masuk saja
kerumahku”
ajaknya, sambil memegang tanganku
Kami masuk
“duduklah, aku bawakan
minum mau minum apa???”
tanyanya
“air putih saja” jawabku
“okay, tunggu sebentar” katanya
Taklama dia kembali membawa minnuman pesananku
“minumlah” katanya
“ye!!”
“kapan kau pulang ke
Seoul??”
“kemarin aku baru sampai
disini”
“oooo~h, kalau aku tahu
aku pasti menjemputmu di Airport”
“terimakasih!!!, sekarang kau
sibuk apa???”
tanyaku
“sekarang aku sibuk
latihan vokal dan Dance”
jawabnya
“mwo???, wae?..........sejak
kapam kau suka menyanyi, dan ngedance??”
“sejak dua bulan lalu,
jadi aku memutuskan ikut audisi untuk masuk sebagai trainee SM.ENT” jawabnya
“MWO????? kau akan menjadi
artis???”
tanyaku kaget, mendengarnya ikut audisi untuk jadi penyanyi [Boy Band]
“emh!! Wae?? Kau tak
suka??”
‘‘anniyaaaaa~ aku hanya kaget
saja, karna aku akan menjadi teman dari seoran artis’’ jawabku
“hahaha, kau sangat
beruntung bisa berteman denganku!! Ji min ah~…sebentar lagia ku akan ngetop dan
terkenal. Tunggu saja”
katanya PD BINGITSSSS
“aihh~ narsis,” aku memukulnya,
sambil memutar bola mataku
“selama Di NY kau
bagaimana??”
tanya baekhyun
“apanya???” aku balik nanya
“yah ceritakan apa saja” jelasnya
“emhhhh apayah? Tak ada yan
menarik”
aku menundukan kepalaku sambil memindahkan barang kekardus dan wajah yang jadi
murung
“wae??? Apa selama disana
kau mendapat masalah??”
tanya baekhyun mendekatiku
“ani, disana aku hanya
merasa kesepian dan tak ada waktu untuk sekedar bersenang senang, aku hanya di
tuntut belajar dan belajar” jawabku masih sibuk beresin barang
“kasihaaan,
selain itu kau pasti resah memikirkan aku kan???” pertanyaan konyol dari baekhyun
Aku hanya senyum saja
“tuh kan benar kau slalu
memikirkan aku, aaaaaa kau mengakuinya” katanya dengn nada menggodaku
‘’Bichi, untuk apa aku
memikirkanmu?? ihhhhhh’’
jutek
“aaaah terlihat dimatamu
kalau kau memang benar selalu memikirkan aku hahaha” candanya lagi,,,
“diam kau” aku melemparnya
dengan bantal kursi
“emhhh, kia pergi bermain yuk”ajak baekhyun
“mwo??? Bermain seperti anak
kecil saja”
jawabku
“kitakan sudah lama tak
pergi bersama, kajja”
katanya
“kemana??”
“ke taman bermain di
namsan bagaimana??”
tanya baekhyun
“namsan??” tanyaku tidak tahu
tempat itu
“ kau tak tahu???
Aihhhh Kupernyah dirimu”
“isssh, akukan sudah lama
tidak di korea”
jawabku kesal
“kajja” dia mengulurkan
tanganya
“kajja~” jawabku, meraih
tangan baekhyun
Kami berangkat ke taman bermain yang
ada di namsan, selama setengah jam kami sampai di sana
“ayo turun” kata baekhyun
Kami berdua turun dari mobil, dan aku
melihat taman bermain ini sangat besar sekali
“waaaaaaaaah~ besarnya tempat
ini”
menganga
“ayo masuk” kata baekhyun
Kami membeli tiket dulu dan masuk ke
taman bermain
“wah, ramai sekali
yah!!!!!!!”
kata baekhyun
Aku hanya menganggukan kepalaku
“kajja” baekhyun menarik
tanganku dan berlari
“kemana??”
“ayo naik kereta gantung” ajaknya antusias
“ani” aku menolak
“wae??? Aku ingin sekali
naik itu”
rengeknya dengan memasang wajah menyedihkan
“huh~ okay kajja” aku tak tega melihat
wajahnya itu
“horeeee, kajja kajja”
Kami menaiki kereta gantung dan melihat
pemandangan indah dari atas,,,, hihihi menyenangkan
“yaa!’ ” baekhyun
mengagetkanku yang sedang asyik melihat pemandangan
“isssh, kau” aku memutar bola
mataku
“tadi saja tidak menolak
naik ini, sekarang setelah naik kau senyum2 sendiri
kesenangan…..huhhhh~”
katanya menyindirku
“berisik, diam kau, tutup
mulutmu”
aku membekam mulutnya dengan tanganku “awwwww”
baekhyun menggigit tanganku
“hahaha, sakit tidak???” tanyanya sambil
ketawa ketawa
“ini
menjijikan, ihhhh gigimu bau tau” omelku pada baekhyun
“bodo” jawaban singkatnya
yang membuatku geregetan pengen nimpuk dia
Han Ji Min POV
Setelah naik kereta gantung aku dan
baekhyun berkeliling-keliling bersama mencari permainan yang seru, dan saat itu
mataku tertuju pada menara yan sangat tinggi di area taman bermain, aku ingin
sekali naik menara itu bersama baekhyun, ketika aku mau mengajaknya untuk naik
kesana tapi baekhyun malah mengajaku duluan untuk pulang,,yaaaaaah padahal aku
ingin sekali naik kesana, tapi yasudahlah lain kali saja.
“Emh ji min ah~
sepertinya kita harus kembali, aku akan mengantarmu pulang” kata baekhyun
“wae???”
“aku ada janji dengan
teman-teman trainee SM…tidak papakan??” jawabnya
“yasudah kajja” jawabku lesu
“jangan manyun, nanti
kita kesini lagi”
dia mencoba menghiburku
Aku hanya tersenyum kecil
Kami pulang
“oh ya aku belum tau
dimana rumahmu”
Tanya baekhyun sambil nyetir
“rumahku, yang didepan rumah
Sehun”
jawabku datar
“mwo???...bagus kalau
begitu rumah kita berdekatan” katanya
“emh” aku senyum
“ehhh, tapi kenapa kau
tahu kalau itu rumah sehun, dan kenapa kau tahu alamat rumahku??” tanyanya
“ceritanya panjang, yah
singkatnya kau tak sengaja bertemu dia, dan kami mengobrol bersama” jawabku
“ohh~ begitu, kau pasti
banyak menanyakan hal tentangkukan,pada sehun, iyakaaaaan??” dia mengoceh lagi
mengatakan hal konyol,,,tapi bener juga sihh
“untuk apa aku menanyakanmu,” aku gk ngaku, bokis
dikit deh
“alaah~ aku tahu kau
bohong, sudah mengaku saja” dia malah makin ngoceh
“terserah kau saja” jutek
Kami sampai didepan rumahku, aku turun
dari mobil, begitu juga baekhyun,
“apa kau takmau ke
rumahku dulu??”
Tanya baekhyun
“kau ini, bukanya ada janji
dengan temanmu”
jawabku
“oh iya, aku lupa”
“aku masuk dulu yahhh Baekhyn
ah~~~,,,annyeong!!!”
aku mencubit pipinya yan putih dan lembut seperti tepung dengan sangat kencang
“awwwwww~ apa~” sambil mengelus-elus
pipinya yang kesakitan
“auhhh~ sakit yah?? Sini sini
” aku mengelus-elus
pipinya dan mencubitnya lagi dengan sangat kencang (gemessz)
“awwwww!!! Ya’ kau ini,
sini kubalas kau”
baekhyun kesal dan marah
Aku takut dia memblasku jadi aku lari
dan menjulurkan lidahku padanya (blooo),
“eh
kau malah meledekku”
baekhyun marah dan mengejarku
Hahahaha lucu sekali sudah sebesar ini
kami masih main kejar-kejaran, kami sungguh terlihat bodoh
“a a a a aaaaaaaaa~(teriaku)” aku menginjak botol
dan tergelincir hampir saja jatuh, tapi untungnya baekhyun segera lari
menangkapku…………OMG jantungku yang biasanya berdegup dag dig dug sekarang
berubah bunyi jadi cekat cekot cekat cekot gebrak gebruk dug dug du,,,,,,Ommo~
sekarang aku ada di pelukan Baekhyun, akami saling bertatapan…jinjja ini
seperti drama India hanya saja ini tidak diiringi lagu chaya-chaya,,,,aduhhh
aku tidak tahan igin tertawa, ini sangat konyol dan menggelikan, aku
mengelembungkan pipiku untuk menahan tawa…Baekhyun menatapku aneh karna aku
mengembungkan pipiku lau dia mengempiskan kedua pipiku
“ya’ apa yang kau
lakukan, lain kali hati-hati dasar Dong Dong” katanya
Seketika aku berdiri
menghentikan posisi konyol tadi,”Mwooo?? Apa kau bilang?? Aku apa??” tanyaku galak
“DongDong. Wae?” jawabnya polos
“ya’ awas kalau kau
memanggilku dengan sebutan itu lagi, aku tidak suka, tisdak ada panggilan yang
lebih bagus apa?”
kataku jutek
“aihhh~
ngambek, itu panggilan yang sesuai untukmu” katanya sambil memegang kedua pipiku
“sesuai apanya??” jutek
“itu panggilan yang imut,
sama seperti orangnya, kau kan imut” rayunya
“isssh, terserah saja
lah,,sesukamu”
jutek
“aihhh lucunya kau kalau
sedang marah, sdah sanah masuk” rayunya sambil mengusap rambutku
“aihh, kau merusak tatanan
rambutku, ya sudah aku masuh annyeong” jutek
“annyeong~~~ eh senyumnya
mana?” katanya
(konyol)
“hehe” aku senyum manis
“wah imut nyahhh~”
Aku masuk kerumah, dan aku tak bias
berhenti tersenyum senyum sendiri, membayangkan kejadian tadi, sungguh konyol
tapi itu menyenangkan aku senang.
Gimana chingu??? gaje yah? gak
nyambung? feel nya gk dapet??? maklumin ajah gue baru pertama kalinyah bikin
FF...INI MASIH ADA TERUSANNYAH looh, NANTI DI POS YANG CHAPTER KE 2 NYA DI
JAMIN SERU, YANG KEDUA INI YANG PALING INTI ........TUNGGU YAAA!!!
NOTE; komen bisa VIA TWITTER :
@RealKutunyaPCY
VIA FB: FIRDA YEOLLI PYROMANIAC
VIA EMAIL :firda.blackforest@gmail.com
KAMSAHAEEE!!!! ^^
Tidak ada komentar:
Posting Komentar